WHO Tak Sarankan Penggunaan Paspor Vaksin Sebagai Syarat Travelling

siderealgaming – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tidak diperlukan bukti hasil vaksinasi, dan sekarang secara luas disebut sebagai “vaksin paspor” untuk travelling. Pernyataan itu dikeluarkan setelah diskusi global tentang konsep paspor vaksin.

WHO Tak Sarankan Penggunaan Paspor Vaksin Sebagai Syarat Travelling

Paspor vaksin sebenarnya digunakan sebagai tiket untuk memulai kembali perjalanan dengan memverifikasi status vaksinasi.

Cara yang dikutip pemerintah internasional yang dikutip Jumat (12/3/2021) di laman “Menyimpang di Jalan” adalah dalam upaya mereka melacak vaksinasi warga dan mencabut larangan yang disebabkan oleh pandemi virus Corona (Covid-19) Metode yang digunakan dalam kebijakan.

Namun, agar dapat digunakan secara efektif dalam skala internasional, kebijakan ini niscaya akan membawa berbagai tantangan. Pada konferensi pers pada hari Senin, Dr. Michael Ryan, Direktur Eksekutif Kedaruratan Kesehatan WHO, menyatakan bahwa paspor vaksin tidak boleh digunakan sebagai syarat berpergian.

Dr. Ryan mengatakan, karena vaksin belum tersedia secara universal, kondisi tersebut saat ini belum bisa diterapkan.

Dr. Ryan berkata: “Saat ini, tidak disarankan untuk menggunakan sertifikat vaksinasi sebagai persyaratan perjalanan. Karena kesederhanaannya, dunia belum mulai melakukan vaksinasi, dan tentu saja tidak adil untuk memvaksinasi.”

Ia juga mencontohkan berbagai alasan yang mungkin menghalangi seseorang untuk mendapatkan paspor vaksin. Ini dimulai dengan kurangnya akses terhadap vaksin di negara tersebut, konflik dalam kondisi medis, atau kebebasan untuk memilih apakah akan memvaksinasi.

Ia percaya bahwa banyak negara harus memperhatikan beberapa pertimbangan praktis dan etis.

“Karena vaksinasi menunjukkan ketidakadilan, jadi jika kita terus memutuskan apa yang orang bisa dan tidak bisa lakukan, apa yang bisa mereka lakukan dan kemana mereka tidak bisa pergi berdasarkan vaksinasi, vaksin itu sendiri bukanlah masalah. Maka ketidakadilan ini bisa terjadi. dicetak lebih lanjut. Dr. Ryan berkata:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *